MEMBER LOGIN
REVIEWS
Kembali Satu, Musik Berkualitas Gaya Indra Lesmana

Minggu, 11 Oktober 2009
Upaya penyanyi, musisi dan produser musik, Indra Lesmana, menghadirkan nuansa baru dalam bermusik dengan menggarap ulang lagunya di Album "Kembali satu" bisa dibilang sukses. Tembang garapan Indra Lesmana yang beberapa ngetop diera 90-an digarap dengan gaya musik anyar. Album yang direkam dibawah label "Inline" ini menggandeng penyanyi muda, eks Indonesia Idols, sehingga semua lagunya terdengar "Fresh". Kiprah putra musisi Jazz Legendaris Indonesia Jack Lesmana ini memang sudah lama tidak terdengar. Aktivitas bermusiknya cenderung "behind the scene", penampilan di media secara rutin Indra adalah saat tampil sebagai Juri audisi penyanyi berbakat, "Indonesia Idol". Indra membesut album ini dengan meng-aransemen ulang beberapa lagu dan menghadirkan penyanyi berbakat, seperti Nania, Micky, Monita, Glenn, Nobo, Teza, Gaby, dan Marsya. Kualitas para penyanyi ini sudah tentu jauh-jauh hari "dilirik" Indra ketika menjadi Juri Indonesia Idol.
Musik dengan aransemen baru yang terdengar Fresh, plus penyanyi dengan suara baik menjadi poin dalam album yang direkam secara indie. Simak saja lagu "Kembali Satu" yang dinyanyikan dengan cara "keroyokan". Secara pas dan padu, Indra menempatkan satu-persatu penyanyi untuk menyanyikan bait nada secara bersambung. Secara garis besar, lagu yang sempat dibawakan "Trie Utami" ini terkesan tidak berbeda, namun kemampuan Indra menjadi Music Director dan Arranger yang dibantu Andi Rianto, lagu ini jadi terdengar megah dan dinamis. Paduan suara para vokalis yang prima dan kompak, plus iringan musik dengan campuran nuansa tekno seperti menghadirkan nuansa baru dalam lagu ini.
Kualitas suara Nania yang sempat mendapat pujian Indra lesmana dalam "Indonesia idol" bisa dibilang berhasil membawakan "Tiada Kata" dengan versi lain. Karakter suara Nania yang tipis dan bening sangat pas dibagian intro, namun ketika menelusuri dinamisasi nada, Nania sempat "terjebak" dalam variasi musik "orchestra" yang disisipkan didalamnya. Suara Nania yang tipis terdengar tenggelam dalam kemegahan musik, namun beruntung dinamisasi nada ini tidak berlangsung lama.
"Satu Dunia" yang dibawakan Michael Jakarimilena (Micky) hadir dengan gaya Pop-Jazz moderen. Cukilan backing vokal dengan nuansa daerah Papua menjadikan lagu ini terdengar unik. Intro kocokan gitar yang dipadu dengan alunan musik Papua, plus backing vokal yang kompak membuat lagu ini meriah. Dua orang gitaris handal terlibat dalam penggarapan album ini, yakni Dewa Bujana dan Andrie Bayuadjie, sementara bassis dibetot Indro Hardjodikoro.
Lagu dengan nuansa Tekno juga Anda bisa dengarkan dialbum ini. Penempatan Monita untuk membawakan lagu "Di Batas Mimpi" sangat pas. Mendengar lagu ini, kita dibawa menerawang ke album Indra sebelumnya, "Reborn" yang beberapa lagunya digarap dengan Synthesizer, Rhodes dan full multimedia programming. Meski terdengar easy listening dan simpel, jangan salah, sang vokalis ternyata mengalami beberapa kali pengulangan ketika mengawali bait lagu ini. Pasalnya lagu yang diset Indra dengan model tekno ini, sangat diupayakan menghadirkan suasana yang romance dan rileks. Upaya "eksperimental" bermusik Indra Lesmana pada lagu ini bisa dinyatakan sukses.
Anda mau mendengar lagu Rock gaya Indra Lesmana? Silakan simak lagu "Terindah Biruku" yang dibawakan Glenn dengan suara yang Ngerock dari awal sampai akhir. Vokal prima Glenn yang dipadu dengan dinamisasi suara gitar, drum, bass, organ dan Moog Synthesizer mengingatkan kita gaya bermusik Pink Floyd. Tidak hanya itu, gaya permainan gitar model Queen juga ikut mewarnai lagu ini.
Cukilan tembang karya Indra Lesmana yang diambil dari album, "Biarkan Aku Kembali" berhasil dibawakan Nobo. Lagu yang pernah dibawakan Indra Lesmana tahun 1993 ini tidak jauh berbeda dengan versi aslinya. Vokal tinggi Nobo sangat pas membawakan lagu yang sebetulnya cukup dibawakan dengan nada rendah saja. Eksekusi menerapkan backing vokal yang atraktif sepertinya kurang berhasil. Jika dibandingkan dengan lagu aslinya, dinamisasi backing vocalnya sangatlah minim.
Teza yang membawakan "Usai" muncul dengan suara beningnya, sekaligus Jazzy dan R&B. Unsur tekno garapan Indra yang dimasukkan menjadikan musiknya terdengar dinamis. Lagu lainnya, seperti "Renjana" yang dibawakan Gaby juga terdengar keren.
Lagu penutup album ini,"Dirimu Kasih", Indra Lesmana mempercayakan kepada penyanyi muda, Marsya, yang memiliki karakter vokal Jazzy. Lagu simpel ini sebetulnya tidak perlu usaha keras dari sang vokalis, namun untuk menghadirkan soul yang pas dengan musiknya menjadi hal yang tidak mudah. Dan Marsha menjadi pilihan yang pas. Musik dilagu ini diiringi oleh musisi Jazz ternama seperti Aksan Sjuman, Yance Manusama, Denny TR dan Eric Awuy, plus Rejoz yang membuat manis lagu ini dengan perkusinya.
Kehadiran Album ini layak mendapat apresiasi. Pasalnya, ditengah situasi persaingan musik yang kian ketat, Indra Lesmana mampu menghadirkan musik berkualitas. Jika berbicara pasar, tentu saja tidak layak menyandingkan album ini dengan album musik Indonesia lainnya. Namun jika ingin bicara kualitas musik yang bermutu, album ini jawabannya. [lyz/cover:inline]
| Artist / Band | Indra Lesmana |
| Judul Album | Kembali Satu |
| Label | Inline Music |
| Rating | ![]() ![]() ![]() ![]() |
» KOMENTAR / REVIEW (3)
-
album keren tahun ini, nggak peduli pasar terima atau tidak, namun seluruh penggemar jazz dan indra pasti kasih jempol untuk album ini. keren coyyy




Posted by noor on October 20th, 2009, 09:37:22 PM -
nice writing..
hanya koreksi sedikit,
vokalis ke 3 adalah Monita bukan Monica. Dia membawakan lagu "Di Batas Mimpi" yang sebelumnya pernah dibawakan oleh Andien.
Lagu Biarkan Aku Kembali itu dinyanyikan pertama kali oleh Indra Lesmana bukan oleh Harry Moekti.




Posted by hon on October 20th, 2009, 07:19:52 AM -
betul banget, ini model eksperimentalnya Indra Lesmana, beberapa mirip album sebelumnya dlam soal musik. Musik bukan buat jualan ini, idealisme tepatnya. sangat berkualitas




Posted by ILES on October 12th, 2009, 08:57:42 PM







