OLDIES

Cinta Pertama, Soundtrack yang Menyabet Piala Citra

Cinta Pertama
Senin, 13 Juli 2009

Di dunia perfilman Indonesia siapa yang tidak kenal sang maestro sutradara, Teguh Karya. Banyak film hasil karyanya mendapatkan penghargaan, salah satunya film berjudul "Cinta Pertama" yang diluncurkan tahun 1973 dan berhasil menyabet 5 piala citra.

Film yang dibintangi oleh  Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Robby Sutara, Norma Muchsin, dan Ully Artha ini berkisah tentang percintaan dua sejoli Ade (Christine Hakim) dan Bastian (Slamet Rahardjo) yang banyak mendapatkan rintangan.

Membesut film ini Teguh Karya tidak main-main, ia mengajak musisi yang juga pemain biola, Idris Sardi untuk mengisi musiknya. Sesuai dengan judul filmya, penggarapan musinya juga dibikin serius. Idris Sardi menempatkan Broery Marantika untuk menyanyikan "Musim Bercinta" dan  Anna Manthovani  yang mendendangkan "Cinta Pertama" dan "Satu-satu". Ketiga lagu ini terekam sempurna dalam pita kaset produksi Nirwana Records.

Tembang "Cinta Pertama" dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Anna Manthovani. Vokalnya yang lembut mampu bermain dalam nada-nada tinggi. Sesekali dalam perpindahan nada, alunan vokalnya seperti terbawa oleh kuatnya syair yang ditulis Idris Sardi. Belum lagi musik pengiring yang intronya digarap layaknya orchestra, namun pada pertengahan dipadu dengan model tembang yang nge-pop.

Broery Marantika dengan suara nge-bassnya  juga sukses membawakan "Musim Bercinta". Musiknya digarap sederhana oleh Idris Sardi, dengan penonjolan suara gitar dan bass. Vokal Broery begitu prima, meski pada saat bermain dalam intonasi tinggi.

Bagi yang menyaksikan film ini, bisa jadi hanyut dalam alunan tembang garapan Idris Sardi. Coba saja simak "Satu-satu" yang menggambarkan duka cinta dua sejoli (Ade dan Bastian).

Surya berkabung senja ini
Kutabur bunga dikubur kekasih
air mata habislah kini
Cinta 'tlah tertimpa bencana
slamat jalan masa remaja
selamat tinggal oh perawan
lenyap sudah musim bercinta
asmara telah berganti rupa
dua sejoli dirudung petaka
bibir merah beracun sudah
seperti mawar berguguran
satu-satu, satu-satu, satu-satu, satu-satu.

Syair lagu garapan Idris Sardi penuh dengan simbol dan perumpamaan, misalkan merpati sejoli, bibir merah delima, halus bagai angin senja, wangi bagai kenanga dan lain sebagainya. Sepertinya memang begitu syair lagu dibuat oleh pengarangnya, bukan saja oleh  Idris Sardi. Yang pasti, syair yang puitis dan musiknya yang apik mampu dipersandingkan oleh Idris Sardi untuk mendukung sebuah Film. Tak salah pula sang Juri memberikan penghargaan lima sekaligus, termasuk untuk musiknya yang digarap Sang Mastro pula, Idris Sardi. [lyz/foto:koleksi pribadi]

Artist / BandIdris Sardi
Judul AlbumCinta Pertama
LabelNirwana
Ratingratingratingrating
I-CLIPS
Blueshine - Lelah
Blueshine - Lelah
get widget
EVENTS
Tidak ada event minggu ini