OLDIES

Album INPRES I/V/80, Sempat Terima Peringatan Pangkopkamtib

Eloi ! Lama Sabactani !
Kamis, 18 September 2008
Sekumpulan mahasiswa dan mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada jaman itu ditengah udara dingin pagi Bandung  bulan February 1980 tidak dapat melepaskan penginderaan mereka terhadap peristiwa eksekusi mati Kusni Kasdut yang terjadi di Greges Surabaya, peristiwa itulah yang mereka lukiskan di dalam album ini dan tema-tema sosial lainnya. INPRES adalah nama grup mereka, angka romawi I adalah notasi untuk album pertama, angka romawi V adalah jumlah personil mereka dan ’80 adalah tahun dimana album ini dirilis. Album ini hanya sempat beredar di masyarakat sekitar 2-3 bulan saja, ketika itu Pangkopkamtib meminta agar nama Inpres ( Instruksi Presiden)  yg mereka gunakan diganti dengan nama lain, pihak  Musica menyampaikan problema tersebut kepada personil Inpres, tapi Inpres menolaknya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pihak Musica akhirnya menarik distribusi album ini yang telah tersebar.

INPRES terdiri dari Tulus Setio atau yang akrab disapa Cok Rampal dari jurusan Seni Rupa menggunakan  instrument mandolin, banjo, gitar, ukulele, string, steel gitar dan vokal. Harry Soekar atau yang akrap disapa Harry Sulistiarto dari jurusan patung menggunakan instrument gitar 12 tali, harp, perkusi, bass drum, dan vokal. Rasmini atau Sarah David dari jurusan desain tekstil, menggunakan instrument bellyre, suling blok dan vokal. Bambang Supriyadi atau yang akrab disapa bang Jo dari jurusan patung menggunakan instrument seruling besi, gitar, banjo tenor, dan  perkusi. Sulis dari jurusan Teknik Planologi menggunakan instrument bass gitar, clarinet, piano, snaredrum, cymbals dan vokal. Banyak nya register peralatan yang digunakan membuat album ini kaya akan harmoni sound yang indah, eksplorasi dari filosofis instrument musik yang digunakan.

Ada dua belas komposisi yang terdapat pada album INPRES yaitu pada side A: Eloi ! Lama Sabactani ! , Greges, Pagi Februari 1980, Praduga, Mana Dimana Desaku, Kedai Tuak, Dibawah Matahari. Pada side B: Berusaha Disisi Tuhan, Buyung / Gerhana Negeri, Nyanyian Bencana, Requiem / Tanah Tenteram, Sehari Suatu Negeri, Buruh Di Kota Tuan.
Album ini juga dipengaruhi oleh musik Irish dan Celtic ( Inggris kuno ).

Komposisi Eloi ! Lama Sabactani ! dibawakan dengan ballad country lewat vokalnya Rasmini dan Cok Rampal mendeskripsikan detik-detik Kusni Kasdut di eksekusi mati oleh tim penembak seperti liriknya yang berbunyi :

Sebelum tersungkur tubuh segarmu disana…
Sempat kau cipta khidmat kasih sang Bunda
Dengung doa kudus smakin silaukan tampakMU…
Kian mendekatkan pijak alam barzahmu…
Derap kaki berbala kan menghantar kakimu…
Rentang relamu berkata : “ Eloi ! Lama Sabactani ! “
Hantamkan pelurumu beraikan dinding jantungku !
Hamburkan dendam lindaslah puas jasadku...
Kelak benamkan aku sedalam isak…
Bila sesat ku nanti, campakkan sisa ragaku..
Pada buasnya cacing tanah aku menyerah..
Tidak kan ku mengadu padamu ya Tuhan…
Berdentang gema lonceng menguak tabir siksamu..
Heningpun seketika denting picu bertalu…
Kini sosok tubuhmu tinggalkan semua duka…
Harum dan bercahayalah tanah kuburnya…
Ada sound effect hujan yang membuat lagu tersebut semakin artistik
.

Komposisi Greges, Pagi Februari 1980.
Lirik lagu yang dibalut dengan harmoni yang riang sukacita bersemangat mengantar kepergian Kusni Kasdut menghadap Tuhan sang Pencipta, pada akhir lagu ada koor bersama yang menambah kental semangat dari lagu ini…lirik lagu ini ditulis oleh Wahid Boedi, seperti liriknya berikut ini…

Hambur darah segarmu, perciki persadaku..
Kau bajingan tua korban jumawa manusia..
Hapus kini dengkimu, campak keluh kesahmu…
Relakan timah panas menghujam di jasadmu..
Tlah lancung keadilan untuk menjamahmu…
Terhampar padang segar yakinkan tapakmu…
Berangkatlah anakku, tetapkanlah hatimu…
Dalam luka jasadmu, kau bawah sembahmu…
Slamat jalan bagimu, lepaskanlah kisruhmu…
Harkat manusiawiku antarkan pergimu…
Berangkatlah anakku,tetapkanlah hatimu…
Dalam luka jasadmu kau bawa sembahmu…
Tanah segar memerah, impas sudah dosamu…
Kedok sopan mereka canangkan matimu…
Slamat jalan bagimu, lepaskanlah kisruhmu…
Harkat manusiawiku antarkan pergimu…


Lagu Praduga, vokal dan lirik ditulis oleh Cok Rampal , senandung dilantunkan Rasmini, lagu ini masih mengangkat tema sosial kemanusiaan.
Lagu Dimana Desaku lirik ditulis oleh Sulis dan Harry Sulistiarto, dinyanyikan oleh Harry. Lagu ini dibawakan dengan sound-sound country yang kental.
Lagu Kedai Tuak lewat vokal Harry , lirik ditulis oleh Khrisnamurti. Menghadirkan nuansa folk yang indah. Lagu Dibawah Matahari lirik ditulis oleh Sulis, lewat vokal Cok Rampal. Lagu Berusaha Disisi Tuhan dilantunkan oleh Cok Rampal, Harry dan Rasmini. Lirik lagu ini ditulis oleh Wahid Boedi, masih mengangkat tema eksekusi mati Kusni Kasdut seperti liriknya berikut ini :

Telah bicara amanat sang kala…
Pejuang 45 kini kecewa…
Nasib tlah mengumpatnya…
Dendam Kesumat kobar di dadanya…
Ia berjalan dengan laksa letih…
Dalam gurat takdir buruk yang perih…
Tiada orang berpaling…
Surutkan dari sangsainya yang runcing….
Hingga sampailah ke batas sabarnya…
Bagai hidup manusia bersahaja…
Diancungnya senapan…
Menuntut harkat hidup yang tlah hilang…
Bagi siapa kenekatan ini….
Terdampar berkali di trali besi…
Datang terang bercahaya…
Menggapai iman, jauh di hatinya…
Kristus Tuhanku, adakah kasihMU…
Akan sambutku esok fajar beku…
Hanya Engkau harapku…
Dalam luka kuberserah padaMU…

Lagu Buyung / Gerhana Negeri , lirik lagu ini ditulis dan dinyanyikan oleh Cok Rampal. Register instrument yang digunakan menjadikan lagu ini manis juga ditambah sound effek pada penutup lagu. Nyanyian Bencana, dibawakan dengan nuansa ballad country dengan harmoni yang manis apalagi dengan vokalnya Rasmini dengan karakter country yang kuat. Lagu ini dinyanyikan bertiga yaitu Rasmini, Cok Rampal dan Harry, bercerita tentang alam yang diciptakan Tuhan untuk kebaikan umat manusia tapi karena keserakahan  manusia, maka mengakibatkan bencana. Lirik Nyanyian bencana ditulis oleh Khrisnamurti dengan kalimat-kalimat yang puitis. Lagu Requiem / Tanah Tenteram masih mengangkat tema eksekusi mati Kusni Kasdut, lirik dan vokal oleh Sulis.

Lagu Sehari Suatu Negeri hanya instrumental saja tanpa vokal, dibuka dengan bunyi kukuruyuk ayam dan kicauan burung-burung hingga atmsofir suasana lalu lintas kota dan rutinitas penduduknya, akhirnya kicauan burung-burung dan kokok ayam hilang ditelan suasana lalu lintas kota dan rutinitas penduduk dan diakhiri dengan suara-suara jangkrik. Dialog yang ada  pada lagu tersebut mendeskripsikan suatu hari yang dimulai dari subuh / pagi hingga malam hari. Lagu ini berhasil menggambarkan kejadian-kejadian yg terjadi dari pagi hingga malam. Lagu Buruh Di Kota Tuan, lirik ditulis oleh Cok Rampal dan Sulis, dan dinyanyikan oleh Cok Rampal. Lagu ini dibawakan dengan gaya country.

Dari keseluruhan personil Inpres hingga saat ini hanya Cok Rampal yang masih bergelut di dunia musik, saat ini intens bersama Iwan Fals Band yang tampil regular di leuwinanggung [Jonny Herbart]
Artist / BandINPRES I/V/80
Judul AlbumEloi ! Lama Sabactani !
LabelMusica
Kuis berhadiah 5 CD Dindapobia - The Triumph
-->
INDONESIA TOP 12
1 Demi Cinta
Kerispatih
2 Melepasmu
Drive
3 Tak Ada Yang Abadi
Peterpan
4 Jangan Kau Lepas
Alexa
5

Merindukanmu
D'Masiv

6 Malaikat Juga Tahu
Dewi Lestari
7 Yang Terlewatkan
Sheila on 7
8

Saat Terakhir
ST12

9 Bunga Jiwaku
Yovie & Nuno

10

Goyang Duyu
Project Pop

11

Are You Really The One
Ecoutez

12

Cinta Dalam Kesedihan
De Spectrum

get widget
I-CLIPS
Drive - Melepasmu
Drive - Melepasmu
NEW RELEASES
Kamar Gelap Efek Rumah Kaca
Kamar Gelap
De Spectrum
Sahabat Setia
Nu Buzz 1.2 Nu Buzz 1.2
selengkapnya »
EVENTS
  • Nidji
    Rabu, 7 Januari 2009
    Jakarta
  • Cokelat
    Kamis, 8 Januari 2009
    TransTV
  • Slank
    Sabtu, 10 Januari 2009
    Lapangan Demangan - Madiun
  • Netral
    Sabtu, 10 Januari 2009
    Jakarta
  • Cokelat
    Sabtu, 10 Januari 2009
    Smart Toon, Hongkong
  • Nidji
    Minggu, 11 Januari 2009
    Jakarta
selengkapnya »