MEMBER LOGIN
NEWS
Peringatan Tragedi Bom Bali, Tri Utami Serukan Perdamaian

Senin, 13 Oktober 2008
Penyanyi Tri Utami yang berduet dengan Ayu Laksmi, petembang asal Pulau Dewata, ambil bagian dalam menyerukan perdamaian untuk dunia dari kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Minggu petang. Dalam kesempatan tersebut, dua tembang perdamaian yang liriknya ditulis dramawan dan penyair Putu Wijaya, dikumandangkan oleh Tri Utami dan Ayu Laksmi dengan iringan solo gitar oleh gitaris asal Bali, Dewa Bujana.Lagu ciptaaan Dewa Bujana yang diaransir dalam dua turunan nada yakni pelog dan petantonis itu, tampak membuat penonton tercenung dengan pesan damai yang begitu indah dan syahdu.
Sayang, dalam kesempatan tersebut Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan Ketua DPR Agung Laksono berhalangan hadir. Untuk mengisi kekosongan acara, panitia menayangkan film slide berikut orasi dan seruan damai dari kedua tokoh lewat empat buah layar lebar yang dipancangkan di tengah lapangan.
Dalam acara seruan damai sekaligus peringatan tragedi bom Bali, Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang hadir pada acara bertajuk Gema Perdamaian itu mengatakan, rasa damai umat manusia sempat terusik enam tahun silam, yakni saat bom meletus di Legian Kuta, 12 Oktober 2002.
Saat itu, kata Pastika, ada kelompok yang ingin memonopoli kebenaran dengan memaksa orang lain untuk dapat tunduk pada kebenaran yang mereka yakini sendiri. Untuk itu, gubernur mengajak semua lapisan masyarakat untuk dapat menghilangkan sikap monopoli, keserakahan dengan ingin menguasai sesuatu atas dasar pertimbangan kelompok atau diri sendiri.
"Dengan sifat serakah ingin menguasai sendiri, ujungnya tidak akan bisa dilepaskan dengan konflik, bahkan peristiwa berdarah seperti yang sempat meletus di Legian Kuta," tegas Pastika.
Rangkaian acara Gema Perdamaian petang hingga malam hari itu juga diisi dengan penyulutan sedikitnya 15 ribu batang lilin secara serempak begitu matahari terbenam di tanah Bali.[an/lys/ foto: istimewa]
Berita Sebelumnya
