PROFIL DIDIEK SSS
Foto Didiek SSS

Lebih Dekat dengan Didiek SSS

Didiek SSS demikian panggilan namanya, seperti yg sudah kita kenal selama ini bahwa Didiek SSS adalah seorang musisi handal dan maestro yg memainkan alat musik Saxophone & Flute, Didiek SSS adalah adik nya Saxophone handal Alm Embong Rahardjo.

Didiek SSS lahir di Solo, 21 Juni 1964, nama lengkapnya adalah Didiek Yun Edy Warsito, singkatan SSS dibelakangnya adalah nama orang tua ( Bapak & Ibu ) yaitu : Sunarno Siswodarsono yg adalah seorang pegawai negeri di RRI Solo dan Rosalia Suparmi, sebenarnya ada S yang ke-4 yaitu SH karena ,Didiek adalah lulusan hukum Universitas Pancasila 1992. Didiek SSS adalah anak bungsu dari 8 bersodara, ada 3 orang dari mereka yg mewarisi darah seni dari ayah & kakeknya yaitu Alm. Embong Rahardjo, Agus dan Didiek.

Didiek belajar musik sejak kecil yaitu pada umur 4 tahun, saat itu belajar dengan ayahnya yg adalah pemain alat musik tiup di RRI Solo. Instrument yang digunakan adalah Flute, dan saat itu  Didiek belajar klasik flute. Umur 8 tahun sudah menjadi solis di RRI Solo yg mengiringi shymponi. Dengan didikan yg keras dari orangtua dlm disiplin belajar musik akhirnya pada usia 10 tahun Didiek sudah bisa menghasilkan uang dengan alat musik yg dia mainkan dan ini dapat membantu ekonomi keluarga, karena Didiek hidup di lingkungan keluarga yg sangat sederhana., hal ini membuat Didiek tambah semangat dlm bermain musik. Umur 10 tahun beliau bermain dengan player yg usianya jauh diatas dia. Pada tahun 1975 mas Didiek sudah bisa menghasilkan uang Rp. 5000,- dari bermain musiknya, pada saat itu SPP sekolah adalah Rp. 75,-.

Pada tahun 1977/1978 masih di Solo Didiek rekaman lagu keroncong dengan Mus Mulyadi, rekaman tersebut menghasilkan uang sebesar Rp. 500.000,- hal ini membuat semangat belajar untuk musik klasik,keroncong dan  jazz.

Pada tahun 1981 dalam usia 17 tahun, Didiek SS mulai berfikir bahwa kemampuan yang ada mungkin bisa kurang maksimal jika masih berada di daerah (Solo), dengan kemampuan yg dimiliki mas didiek dlm musik yaitu dalam membaca not balok sudah sampai strip tiga juga sdh menguasai not angka dengan baik akhirnya dia memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Tidak sampai 1 bulan tinggal di Jakarta, Didiek sudah bergabung dengan salah satu orkes terkenal pada masa itu yaitu Orkes Telerama pimpinan Bapak Iswandi dan tampil di TVRI. Didiek tampil di Orkes Telerama bersama musisi lainnya yg usianya diatas nya seperti Embong Rahardjo, Adie MS, Erwin Gutawa, Elfa Secioria, Jimmy Manopo, dll. Setelah itu Didiek juga begabung dengan Chandra Kirana,  dan pada saat itu dia bisa tampil di TVRI sepuluh hingga lima belas kali dalam sebulan. Pada tahun 1982, Didiek juga membantu banyak musisi lainnya untuk rekaman seperti Vina P, Harvey, Utha Likumahuwa, Ireng maulana, ermy kulit, mergie siegers hingga saat ini sudah lebih dari 500 album rekaman dmn Didiek ada di dalamnya, untuk solo album rohani, Didiek telah menghasilkan sebanyak 7 album, yaitu album 1 tahun 1995, album 2 s/d 7 tahun 2003 sampai dgn sekarang.

Didiek SSS juga pernah membuat band dengan nama Didiek SSS band, pernah bergabung dengan  "Spirit Band" dengan lagu andalannya yg diciptakan Didiek dan temannya “Bayang-Bayang Semu” , Mengisi acara Nada & Irama di TVRI, pada tahun 1985 menjadi conductor pada big band dan orkestra juga pada acara pertukaran artis dgn Malaysia. Mas Didiek setelah wisuda tahun 1992 pernah mencoba untuk menjadi “orang kantoran” dengan bekerja di kantor (sesuai dengan latar belakang pendidikan nya dari fakultas Hukum) tapi hanya bertahan 1 bulan saja karena tidak  betah, akhirnya kembali menekuni  dunia musik.

Belakangan ini Didiek SSS lebih memilih total ke soloist player meskipun dengan  banyak resiko yang dihadapi. Sejak tahun 2000 lebih fokus ke Saxophone daripada flute. Dengan istrumen yg sering digunakan adalah Soprano Alto tenor Saxophone, Didiek SSS influences dengan Hubert Laws, James Calway untuk klasik, dan mengidolakan David Sanborn. Untuk musik jazz adalah Chick Corea.

Didiek SSS menyenangi semua jenis musik mulai klasik, keroncong, jazz, pop, dll, karena masalah musik adalah masalah selera , ada kekurangan dan kelebihan, didalam kelebihan juga ada kekurangannya dan sebaliknya di dlm kelebihan juga terdapat kekurangan.
Didiek SSS pernah berpartisipasi pada Yamaha Light Music Contest 1983 bergabung dengan band SAPTA BAMA ( Didi AGP ), acara lain yg pernah di ikuti adalah Jak Jazz yg pertama kali thn 1988, Java Jazz Festival, dan Economic Jazz Live.

Saat ini kegiatan Didiek SSS adalah lebih banyak ke Gospel dan mengajar musik di Gereja tapi juga tdk menutup kemungkinan untuk main di jalur sekuler / profesional, seperti baru-baru  ini tampil di Java Jazz festival 2008 yg baru saja usai.

Menutup pembicaraan dan  obrolan dengan Didiek SSS berharap ingin selalu berbuat baik kepada siapa pun  dan jalani sesuai dengan air yang mengalir. Buat generasi muda terutama yang main musik khususnya saxophone, Didiek berpesan agar belajar musik dengan basic dan metode yang benar dan tetap low profile, karena tidak akan musnah sepanjang masa dan tidak hanya berkarya sesaat saja. [jonny HerbArt/indotunes/foto; istimewa]

 

 

DISKOGRAFI
Data belum ada ..
EVENTS
Tidak ada event minggu ini
Penyanyi / Band Berawalan Huruf D
Pilih Penyanyi / Band Lain Berdasarkan Abjad
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWY